Routing dengan Mikrotik - Deep Insight News, History, Science and Technology

Breaking

Wednesday, 23 September 2015

Routing dengan Mikrotik

Magzly.com - Pada pembahasan terdahulu kita telah menyingung sedikit tentang routing. Pada pembahasan kali ini kita akan memperdalam lagi tentang routing, beserta implementasinya pada mikrotik. Routing asal katanya dari Route, dalam kehidupan sehari-hari tentu kita sudah biasa dengan kata route yang pada bahasa Indonesia ditulis rute. Misal kita naik taksi dari Pasar Minggu menuju Ancol, sopir taksi akan tanya rutenya kemana? Bisa rutenya lewat senen atau lewat Harmoni kota, terus kita yang memilih mau lewat jalur yang mana.

Dari contoh diatas dapat dijelaskan bahwa Routing adalah jalur yang dipilih dari lokasi awal sampai ketempat tujuan. Kemudian pilihan salah satu jalur dari dua alternatif yang ditawarkan tadi disebut dengan mekanisme routing. Jadi ada dua informasi yaitu Routing dan Mekanisme Routing, Routing adalah jalur dari lokasi awal sampai ditempat tujuan dan Mekanisme Routing adalah cara memilih jalur tersebut. Sudah mulai agak bisa dipahami tentang routing kan?

Ok, kita lanjutkan. Secara umum routing dibagi menjadi dua yaitu Routing Statik dan Routing Dinamik. Routing statik adalah salah satu cara mengkonfigurasi jalur router yang akan dilewati jaringan komputer secara manual. Routing Statik merupakan salah satu routing yang paling sederhana, routing ditambahkan secara manual ke dalam table routing oleh administrator.

Sedangkan Dinamik Routing adalah router yang mampu membuat table routing secara otomatis. Router akan mempelajari sendiri rute terbaik yang akan ditempuh untuk meneruskan paket-paket data dari satu jaringan ke jaringan lain. Agar routing bisa dilakukan secara otomatis maka diperlukan sebuah Protokol Routing. Nantinya protocol routing akan mengatur router agar dapat berkomunikasi dengan sesama router lainnya.
Sekarang yang jadi pertanyaan adalah manakah yang lebih baik digunakan Routing Statik atau Routing Dinamik? jawabannya adalah tergantung kebutuhan. Apabila hanya ada dua segmen jaringan bisa digunakan Routing statik. Tetapi apabila lebih dari dua segmen jaringan atau router yang akan disambungkan pada tujuan yang sama, maka lebih baik gunakan Routing dinamik.

Keuntungan dan kelemahan dari kedua routing tersebut adalah :
1. Routing Statik
Keuntungan :
- Beban kerja router lebih ringan karena tidak ada waktu pemrosesan.
- Pengiriman paket data lebih cepat
- Tidak ada bandwith yang digunakan antara router
- Lebih terjamin karena perubahan routing hanya akan terjadi kalau dilakukan oleh administrator
- Kesalahan pada routing akan cepat diketahui

Kerugian
- Administrator harus benar-benar paham tentang bagaimana cara mengkonfigurasikan beberapa router secara benar.
- Apabila ada penambahan sebuah network, administrator harus menambahkan routing kepada semua router.
- Tidak efektif untuk jaringan yang lebih dari dua segemen jaringan.
- Ada bandwith yang digunaka diantara router

2. Routing Dinamik
Keuntungan :
- Tidak perlu melakukan perubahan table routing secara manual ketika ada penambahan sebuah jaringan
- Admin tidak perlu harus menghafal semua alamat-alamat network.
- Konfigurasi cukup hanya pada router yang akan ditambahkan.

Kerugian :
- Beban kerja router akan lebih berat karna ada waktu pemrosesan
- Waktu perubahan table routing terbilang cukup lama karena ada proses untuk terjadinya perubahan table routing. Ketika ada penamban sebuah jaringan, router akan menyebarkan ke seluruh router yang sudah ada untuk kemudian mencocokkan table routingnya.

No comments:

Post a comment